Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri Eucheuma. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri Eucheuma. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan

2 Apr 2011

Ekstrasi Karaginan

Karaginan merupakan polisakarida yang diekstraksi dari rumput laut merah dari jenis Chondrus, Eucheuma, Gigartina, Hypnea, Iradea dan Phyllophora. Polisakarida ini merupakan galaktan yang mengandung ester asam sulfat antara 20 -30% dan saling berikatan dengan ikatan (1,3): B (1,4) D glikosidik secara berselang seling. Karaginan dibedakan dengan agar berdasarkan kandungan sulfatnya, karaginan mengandung minimal 18% sulfat sedang agar-agar hanya mengandung sulfat 3 4% (food Chemical Codex, 1974). Dalam dunia perdagangan karginan dibagi menjadi 3 jenis, yaitu kappa, iota dan lamda karaginan. Kappa karaginan dihasilkan dari rumput laut jenis Eucheuma cottonii, sedang iota-karaginan dihasilkan dari Eucheuma spinosum. Karaginan digunakan sebagai stabilisator, pengental, pembentuk gel, pengemulsi, pengikat dan pencegah kristalisasi dalam industri makanan dan minuman, farmasi, kosmetik dan lain-lain.

Karaginan yang diperoleh dari hasil pengolahan ini mempunyai spesifikasi produk sebagai berikut :

Kadar air : 8 - 12%, Kada abu : 18 - 23%, Kadar abu tak larut asam : 1 - 2%, Kadar sulfat : 18 - 24 (kappa-karaginan) dan 22 - 32 (iotakaraginan) dan Viscositas : 20 - 180 Cps.
Bahan Baku
Bahan rumput laut yang digunakan dalam pengolahan karginan adalah jenis Euchcuna spinosa atau Eucheuma cottoniiNatrium Hidroksida (NaOH) untuk mengatur pH,
filter (Celite atau tanah diatomae) untuk membantu proses penyaringan.
Isopropyl alkohol untuk mengendapkan karaginan dan
Natrium Clorida (NaCl) untuk membantu pengendapan karaginan.
Peralatan
Peralatan untuk pencucian rumput taut.Peralatan untuk perebusan dan penghancur rumput laut Filter press untuk penyaringan
Peralatan untuk mengendapkan karaginan serta Oven untuk mengeringkan serta karaginan.
Cara Pembuatan
Pengolahan rumput taut menjadi karaginan dilakukan dengan ekstraksi panas dalam suasana basa. Tahap-tahap proses pengolahan karaginan secara umum terdiri dari pencucian, perebusan/ekstradisi, penyaringan, pengendapan filtrat dengan al kohol, pengeringan dan penepungan.

Pencucian
Rumput laut yang akan diekstraksi dicuci dan dibersihkan dengan air untuk menghilangkan pasir, garam, kapur, karang, potongan tali dan rumput laut jenis lainnya yang tidak diinginkan.

Ekstraksi :
Rumput laut yang telah bersih kemudian direbus/diekstraksi dalam air dengan volume 40 - 50 kali berat rumput laut kering, pH air ekstraksi diatur dengan menggunakan larutan NaOH sehingga diperoleh pH 8 - 9. Perebusan pertama dilakukan selama 30 - 60 menit pada suhu 90 - 95°C. Rumput laut kemudian dihancurkan sehingga berbentuk bubur rumput laut. Ekstraksi kedua dilakukan selama 2 sampai beberapa jam tergantung jenis rumput Taut yang diekstraksi. Menurut Marine Colloid Inc untuk rumput laut jenis Eucheuma cottonii dilakukan selama 18 jam, sedangkan untu jenis Eucheuma spinosum dilakukan selama 3 jam.

Penyaringan :
Setelah proses ekstraksi selesai bubur rumput laut ditambah dengan filter aid (celite atau tanah diatomae) dengan konsentrasi 3-4%. Penyaringan dilakukan dengan filter press, dalam keadaan panas sehingga memudahkan penyaringan. Filtrat hasil penyaringan kemudian ditambah dengan 0,05% NaC untuk memudahkan proses pengendapan.

Pengendapan :
Pengendapan karaginan dilakukan dengan cara menuangkan filtrat ke dalam isopropyl alkohol sambil diaduk-aduk selama 15 menit, sehingga terbentuk seratserat karaginan. Perbandingan filtrat dan isopropyl alkohol yang digunakan adalah 1 : 2. Serat-serat karaginan yang diperoleh kemudian direndam kembali dengan isoprpyl alkohol selama 30 menit sehingga diperoleh serat karaginan yang lebih kaku.

Pengeringan dan Penepungan :
Serat-serat karaginan kemudian dikeringkan di dalam oven dengan suhu 60°C sampai kering, kemudian digiling sehingga diperoleh tepung karaginan.

18 Feb 2011

Eucheuma denticulatum


Nama Latin: Eucheuma denticulatum;
Nama Daerah: Agar-agar patah tulang (Kepulauan Seribu);

Eucheuma denticulatum.gif

Spesifikasi:
Synonims : Eucheuma spinosum (linnaeus) J. Agardh. Thallus silindris, permukaan licin, cartilaginaeus, warna coklat tua, hijau-coklat, hijau kuning atau merah-ungu. Ciri khusus secara morfologis, jenis ini memiliki duri-duri yang tumbuh berderet meling

Sebaran:
Alga ini tumbuh tersebar di perairan Indonesia pada tempat-tempat yang sesuai dengan persyaratan tumbuhnya, antara lain substrat batu, air jernih, ada arus atau terkena gerakan air lainnya, kadar garam antara 28-36% dan cukup sinar matahari.

Potensi:
Alga ini yang diperoleh dari produksi alami dan budidaya merupakan komoditas ekspor dan untuk konsumsi dalam negeri. Di dalam negeri dimanfaatkan untuk bahan makanan, sayuran dan lalapan pada beberapa tempat tertentu di wilayah pantai antara lain di Lombo

FOTO LAINNYA


Eucheuma denticulatum1.jpg

Eucheuma edule


Nama Latin: Eucheuma;
Nama Daerah: Agar Merah;

Eucheuma edule.gif

Spesifikasi:
Thallus silindris, permukaan licin, gelatinaeus-cartilaginaeus, warna hijau-kuning atau coklat-hijau. Percabangan berselang seling dengan interval yang jarang. Pada Thallus terdapat benjolan-benjolan yang sebagian berkembang menjadi duri-duri besar. Ukura

Sebaran:
Tempat tumbuh umumnya pada daerah-daerah yang selalu terkena gerakan air, di bagian ujung luar terumbu, melekat pada batu. Terdapat turnbuh di perairan Bali dan Lombok.

Potensi:
Belum banyak dimanfaatkan secara kornersial.

FOTO LAINNYA


Eucheuma edule1.gif

Eucheuma serra J. Agardh


Nama Latin: Eucheuma;
Nama Daerah: Bulung lipan (Bali).;

Eucheuma serra.gif

Spesifikasi:
Thallus gepeng, pinggir bergerigi, permukaan licin, cartilagineus, warna merah atau merah pucat. Ciri khusus secara morfologis menyerupai bentuk binatang lipan sehingga di Bali dinamai bulung lipan. Percabangan berselang-seling tidak beraturan dan membent

Sebaran:
Tempat tumbuh umumnya pada daerah-daerah yang selalu terkenan gerakan air, di bagian ujung luar terumbu, melekat pada batu. Terdapat tumbuh di perairan Bali dan Lombok.

Potensi:
Belum banyak dimanfaatkan secara komersil.

FOTO LAINNYA


Eucheuma serra1.gif

Eucheuma edule Koetzing


Nama Latin: Eucheuma edule;
Nama Daerah: Agar-agar besar (Kepulauan Seribu);

Eucheuma edule koetzing.gif

Spesifikasi:
Thallus silindris, permukaan licin, gelatinaeus-cartilaginaeus, warna hijau-kuning atau coklat-hijau. Percabangan berselang seling dengan interval yang jarang. Pada Thallus terdapat benjolan-benjolan yang sebagian berkembang menjadi duri-duri besar. Ukura

Sebaran:
Pertumbuhannya menempel pada batu di daerah rataan terumbu karang. Kelimpahannya rendah (tidak begitu umum dijumpai).

Potensi:
Sebagai sumber kappa karaginan, merupakan komoditas ekspor seperti halnya dengan Kappaphycus alvarezii hasil budidaya. Produksinya masih bersifat alami, belum ada dari budidaya. Populasinya di alam tidak begitu banyak seperti E. spinosum.

FOTO LAINNYA


Eucheuma edule koetzing1.gif

8 Apr 2011

Nilai Ekonomis Rumput Laut

Terdapat banyak jenis rumput laut yang terdapat di perairan Indonesia. Akan tetapi dapat dikatakan hanya sebagian saja dari jenis-jenis tersebut yang dapat dimanfaatkan atau memiliki nilai ekonomis tinggi. Pertama, rumput laut penghasil agar-agar (agarophyte), yaitu Gracilaria, Gelidium, Gelidiopsis, dan Hypnea. Agar-agar sering digunakan sebagai bahan makanan diet karena kandungan seratnya yang sangat tinggi

Kedua, rumput laut penghasil karaginan (carragenophyte), yaitu Eucheuma spinosum, Eucheuma cottonii, dan Eucheuma striatum. Karaginan tidak mempunyai nilai nutrisi dan digunakan pada makanan sebagai bahan pengental, pembuatan gel, dan emulsifikasi. Tiga tipe utama karaginan yang digunakan dalam industri makanan adalah ι-karagenan, κ-karagenan(E. cottonii), dan λ-karagenan (E. spinosum). Karaginan dapat digunakan pada makanan hingga konsentrasi 1500mg/kg.

Ketiga, rumput laut penghasil alginat, yaitu Sargasum dan Turbinaria. Sifat koloid, membentuk gel, dan hidrofilik menyebabkan senyawa alginat ini banyak digunakan sebagai emulsifier, pengental, dan stabilizer dalam industri. Sifat hidrofilik alginat dimanfaatkan untuk mengikat air dalam proses pembekuan makanan. Pada makanan yang dibekukan, polimer ini mempertahankan jaringan makanan. Selain itu, alginat dapat digunakan sebagai emulsi lemak dalam pembuatan saus dan mengenyalkan, menjaga tekstur, serta menghasilkan rasa yang enak dalam pembuatan pudding. Alginat juga dimanfaatkan dalam dunia kosmetik karena sifatnya yang dapat mengikat air dan mudah menembus jaringan. Hal ini menyebabkan polimer ini terikat sempurna pada jaringan kulit dan mempertahankan kelembaban (hidrofilik) dan elastisitas kulit.

2 Apr 2011

Pengolahan Rumput Laut Menjadi Bahan Baku

I. Pembuatan Rumput Laut (Pengolahan Menjadi Bahan Baku)

 

Rumput laut akan bernilai ekonomis setelah mendapat penanganan lebih lanjut. Pada umumnya penanganan pasca panen rumput laut oleh petani hanya sampai pada penggeringan saja. Rumput laut kering masih merupakan bahan baku yang harus diolah lagi. Pengolahan rumput laut kering dapat menghasilkan agar-agar, keraginan atau algin tergantung kandungan yang terdapat di dalam rumput laut. Pengolahan ini kebanyakan dilakukan oleh pabrik namun sebenarnya dapat juga oleh petani.
Pengolahan rumput laut menjadi bahan baku telah banyak dilakukan para petani. Hasil yang diperoleh sesuai standar perdagangan ekspor. Untuk itu, akan lebih baik bila penanganan dilakukan secara hati-hati dan diawasi oleh suatu perusahaan.
Langkah-langkah pengolahan rumput laut menjadi bahan baku (rumput kering) adalah sebagai berikut :
  • Rumput laut dibersihkan dari kotoran, seperti pasir, batu-batuan, kemudian dipisahkan dari jenis yang satu dengan yang lain.
  • Setelah bersih, rumput laut dijemur sampai kering. Bila cuaca cukup baik, penjemuran hanya membutuhkan 3 hari. Agar hasilnya berkualitas tinggi, rumput laut dijemur di atas para-para dan tidak boleh ditumpuk. Rumput laut yang telah kering ditandai dengan keluarnya garam.
  • Pencucian dilakukan setelah rumput laut kering. Sebagai bahan baku agar-agar, rumput laut kering dicuci dengan air tawar. Sedangkan untuk menjadi karaginan dicuci dengan air laut. Setelah bersih rumput laut dikeringkan lagi kira-kira 1 hari. Kadar air yang diharapkan setelah pengeringan sekitar 28 %. Apabila dalam proses pengeringan hujan turun, maka rumput laut dapat disimpan pada rak-rak, tetapi diusahakan diatur sedemikan rupa sehingga tidak saling tindih. Untuk rumput laut yang diambil keraginannya tidak boleh terkena air tawar karena air tawar dapat melarutkan karaginan.
  • Rumput laut kering setelah penggeringan kedua, kemudian di ayak untuk menghilangkan kotoran yang masih tertinggal
Pengepakan dan Penyimpanan
Rumput laut yang bersih dan kering dimasukkan ke dalam karung goni dengan cara dipadatkan atau tidak dipadatkan. Apabila dipadatkan, dalam satu karung dapat berisi 100 kg rumput laut, sedangkan apabila tidak dipadatkan hanya berisi 60 kg rumput laut. Rumput laut yang dapat diekspor, di bagian karungnya dituliskan nama barang (jenis), nama kode perusahaan, nomor karung dan berat bersih. Pemberian keterangan ini bertujuan untuk memudahkan proses pengecekan dalam pengiriman.
Standar Mutu
Indonesia telah mengekspor rumput laut kering dari marga Eucheuma, Gelidium, Gracilaria dan Hypnea. Rumput laut yang dikirim harus memenuhi syarat standar mutu yang telah ditetapkan.

bisnisukm.com

20 Mar 2011

Mengolah Rumput Laut Menjadi Mie

Dibandingkan mie berbahan tepung, mi berbahan rumput laut ini memiliki banyak keutamaan. Selain mengandung gizi tinggi, mie rumput laut ini mengandung banyak kalsium, serat, omega, dan yodium.

Proses pembuatan mi rumput laut berjenis Eucheuma cottonii tak banyak berbeda dengan mie biasa. Rumput laut direndam, lalu dicuci hingga bersih berwarna keputihan. Untuk menghilangkan bau amis, rumput laut direndam lagi dengan campuran air, kapur sirih, tepung beras, dan jeruk nipis. Kemudian rumput direndam semalam.

Setelah ditiriskan, rumput laut dicacah dan dihaluskan dengan blender. Rumput laut yang telah halus siap dicampur dengan tepung sagu atau tepung ganyong.


Deskripsi Teknologi
Dengan adanya mie rumput laut ini diharapkan dapat menambah gizi masyarakat.

Aspek Inovatif
Mie Yang ada di pasaran sekarang lebih menekankan rasa dan sedikit sekali menekankan masalah gizi kepada para konsumennya. Untuk itulah dengan dibuatnya mie rumput laut diharapkan dapat menambah nilai gizinva terutama nilai proteinnya.

Keunggulan

  • Mempunyai nilai gizi yang tinggi, bahan baku mudah diperoleh,
  • Merupakan bahan pangan yang tidak asing di masyarakat,
  • Cara penyajian sangat praktis, kaya akan gizi dan protein.